Spin

Sabtu, 10 Maret 2012

Story > Continue


TEEN DETECTIVES
“White Lupin and The Light of Blue Stone”
Continue        
DATA 3 : White Man and Blue Stone

“APA?!!! Jadi kalian sudah mendapatkan petunjuk di mana munculnya White Lupin dan Blue Stone?” tanya Ryu.
“Kira-kira begitu.” Jawab John singkat.
“Baiklah kita akan ke sana malam ini. Terima kasih untuk kalian.” Ujar Ryu.
Mereka pun segera menuju tempat yang telah diberitahukan oleh John. Tempat yang ingin diberitahukan oleh White Lupin.

Malam cerah yang disinari oleh bulan purnama benar-benar indah. Sang bulan menampakkan sinarnya.
“Di saat inilah, Blue Stone akan bersinar…” kata Mike.
“Kita akan temukan batu kesayangan paman itu..” ujar Naima menenangkan.
“Iya.” Jawab Mike.
Nampak 5 mobil patrol berjaga di depan Green Tower yang menjulang tinggi. Beberapa polisi pun menjaga di depan pintu dan banyak orang menyaksikan di bawah. Inspektur Ryu, Opsir Ron, Mike, John, Valen, Rinka dan Naima berada di dalam tower.
“Apa sudah terlihat, Naima?” tanya John pada Naima yang sedang meneropong melalui jendela tower.
“Belum. Lagipula bulannya masih terlihat sangat terang.” Jawab Naima yang masih terus meneropong.
“Kau jangan hanya melihat bulan saja! Lihat yang datang!!” sahut Valen.
“Iya iya…. Dasar cerewet.” Balas Naima.
“Apa benar ini tempatnya? Jika salah, ini akan berantakan.” Tanya Ron.
“Aku percaya pada mereka.” Jawab Ryu.
Sekitar 25 menit mereka mengawasi, akhirnya sang bulan mulai tertutup awan.
“Bulannya mulai tertutup awan!” seru Naima.
“Baiklah, semua bersiap!” ujar Ryu.

WUSSSSSHHHH

“Wah, tak kusangka mereka berada di tempat dan waktu yang benar. Kelihatannya ada penunjuk jalan di sini. Siapa ya? Aku jadi semakin tertarik untuk melihat apa kejutan orang-orang di bawah.”
Bayangan putih seperti burung yang terbang di atas langit malam dan tepat di atas tower itu mulai menurunkan ketinggian.
“Hmmm…….. Menarik.”

CKLAK KLAK KLAK

Beberapa lampu sorot berukuran besar diarahkan pada puncak tower untuk menyinari sang White Lupin.
“Wah, kejutan besar.”
“White Lupin, kau terkepung! Kau tak bisa lari dari kami! Serahkan kembali Blue Stone.” seru Ron menggunakan megaphone di bawah.
“Tenang, aku akan menyerahkannya. Tapi, aku akan menunjukkan sedikit pertunjukan.” Ujar White Lupin. Tak lama kemudian, beberapa polisi berada di puncak tower mengelilingi White Lupin dengan menodongkan pistol.
“Wah wah….. Baiklah. Apa kalian masih bisa melawan jika begini?” White Lupin langsung membuka sayap belakang bajunya dan yang terlihat hanya kepala dan tangannya saja. Badannya seakan menghilang.
“A..Apa-apaan itu? Kemana badannya?”
“Fufufu…. Sampai jumpa..!” White Lupin langsung berlari melewati mereka.

PRANG!!

Ternyata hilangnya badan White Lupin hanyalah sebuah trik kaca. Badannya terlihat lagi karena kaca penutup sudah pecah. White Lupin segera memunculkan hangglider-nya dan terbang.
“Dia kabur!!”
“Wah, kelihatannya tidak seru kalau begini. Lebih baik aku tinggalkan saja batu ini. Lagipula untuk apa jika kumiliki?” White Lupin menuju ke sebuah pohon besar dan meletakkan kotak berisi Blue Stone di atasnya. Ia pun turun dan menghilang lagi.
“Kemana dia?” tanya Ron.
“Menghilang. Tapi Pak, Blue Stone ada di atas pohon.” Jelas seorang polisi.
“Cepat ambil!” ujar Ron.
‘Dengan begini mereka takkan bisa menangkapku.’
“White Lupin…..” seru suara dari balik gang kecil.
“Ah… Jadi kalian penunjuk jalannya ya?”
“Benar..” kata John.
“Memang kami.” Sambung Valen. Mereka berempat kini berada di depan White Lupin yang mengenakan jaket hitam.
“Aku ingin tahu bagaimana kalian bisa menemukan tempat itu?” tanya White Lupin.
“Ya, di suratmu ada petunjuk. Yang pertama ‘sirnanya bulan’ bukan berarti akhir bulan, tapi ketika bulan tertutup awan. Lalu ‘sinar memanjang’ yang artinya lampu Green Tower yang terlihat memanjang.” Jelas John.
“Kotak berlian berarti toko perhiasan.” Sambung Valen.
“Dan burung putih artinya kau yang terbang menggunakan hangglider mu itu.” Tambah Rinka.
“Hahahaha…… Kalian cukup menghibur. Dan bagaimana kalian bisa tahu aku lewat jalan ini?” tanya White Lupin lagi.
“Karena kau tiba-tiba menghilang. Jadi, aku rasa kau menyamar dan membaur dengan kerumunan orang, lalu berlari berlawanan arah dengan arah kau terbang agar tidak dicurigai polisi sebagai White Lupin.” Jelas Valen.
“Kalian memang menarik. Baiklah, kita berjumpa lain kali. Sampai jumpa…” tiba-tiba White Lupin menhilang.
“Eh? Kemana dia?” tanya Naima.
“Sebaiknya sekarang kita mendatangi Paman Mike. Aku rasa dia sedang bahagia karena Blue Stone kembali. Dan mungkin kita bisa melihat sinar Blue Stone yang terkenal itu..” ajak Rinka.
“Ayoo…!!”

~THE END~
>ZULAIKHAH<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar