TEEN
DETECTIVES
“ A Challenge Letter For John and
Valen ”
DATA 1 : A
Mysterious Letter
Langit senja
yang terlihat kemerahan dan matahari yang bersiap menghilang, membuat semua
orang takjub akan keindahannya. Begitu juga dengan Rinka, Naima, Valen dan John.
“Duduk di
tepi danau sambil melihat matahari tenggelam memang menyenangkan.” Ujar Naima.
Rinka menengok jam tangannya. Hampir pukul 6 sore.
“Naima,
sebaiknya kita bergegas. Ibu akan marah jika kita pulang terlambat.” Ajak
Rinka.
“Lho? Naima
menginap di rumah Rinka, ya?” Tanya Valen.
“Ya. Orang
tuanya ke luar kota lagi. Teman kita yang satu ini mengatakan kalau dia
kesepian. Jadi dengan terpaksa aku harus menampungnya.” Jelas Rinka sedikit
mengejek.
“Kamu kira
aku ini air pakai ditampung? Jadi kamu terpaksa, Rin? Kau ke-jam..” rengek
Naima.
“Ayolaaah…
Kau sudah mengenalku berapa lama sih? Baru kemarin? Masa’ bercanda seperti itu
sudah ngambek sih?” balas Rinka.
“Hehehe….. Just kidding.” Naima nyengir.
“Baiklah,
sampai jumpa.” Pamit Rinka. Naima melambaikan tangan pada Valen dan John dan
segera menghilang tapi bukan berarti menghilang seperti hantu.
“John, ayo
pulang?” Ajak Valen.
“Yeah..”
John pun berdiri dan membersihkan celananya. John dan Valen pun berjalan menuju
rumah mereka.
“Jadi, orang
tuamu belum pulang?” Tanya Valen.
“Hm? Mereka
bilang bulan depan. Hahh…. Membosankan.” Jawab John dengan malas.
“Bagaimana
kalau besok ke toko buku? Aku mau cari komik.” Ajak Valen.
“Dasar. Kau
yang beli aku yang pinjam, oke?” tawar John.
“Enak saja!
Dasar kau ini tak mau mengeluarkan uang.” Balas Valen.
“Kau tahu,
lebih baik meminjam daripada beli jika bosan hanya ditaruh?” ujar John membela
diri.
“Sudahlah…
Tapi ada satu syarat.” Kata Valen. John memiringkan kepalanya tanda bingung.
“Berani
bayar berapa kau?” Tanya Valen.
“Lupakan.
Aku tidak jadi pinjam.” Jawab John memalingkan wajah. Valen terkekeh. Memang
biasanya John selalu bersikap dingin. Tapi, tetap saja di hadapan Valen,
sahabatnya sejak kecil, ia tetaplah John yang Valen kenal.
Ketika John
sampai di depan rumahnya, ia mendapati sebuah surat di mulut kotak suratnya.
“Apa itu,
John?” Tanya Valen menaikkan sebelah alisnya. John menaikkan bahunya. Ia pun
mengambil surat itu.
“Hm??”
A Challenge Letter for John and
Valen.
“Apa?” seru
Valen terkejut.
Ketika permainan dimulai, tuan putri
akan menghilang dan disusul oleh hilangnya sang malaikat. Jika kalian
terlambat, kalian akan menyesal. Permainan rumah melengkung.
“Apa
maksudnya ini?” Tanya Valen.
“Aku tahu
maksudnya.” Jawab John.
“Hmm….
Kurasa aku juga tahu. Jadi, haruskah kita beritahu mereka?” Tanya Valen.
“Tidak usah.
Ini tantangan untuk kita. Jangan libatkan orang lain.” Jawab John.
“Yeah. Aku
takkan biarkan orang ini melakukan sesuatu pada mereka. Aku akan melindungi
mereka.” Ujar Valen.
“Begitu juga
denganku.” Sambung John.
~To Be Continue~
--ZULAIKHAH--