TEEN
DETECTIVES
“White
Lupin and The Light of Blue Stone”
Continue….
DATA 2 :
Meaningfull Letter
John, Rinka, Valen
dan Naima membantu penyelidikan hilangnya ‘Blue Stone’ yang konon dapat
memancarkan sinar biru ketika malam, terutama di bawah sinar bulan purnama.
“John, bisa aku
lihat surat itu?” tanya Ryu.
Cahaya biru Blue Stone akan sirna bersamaan
dengan menghilangnya bulan yang ditelan oleh gelap malam. Tapi, cahaya itu akan
tergantikan dengan sinar memanjang yang selalu hadir di tengah keramaian orang.
Kotak berlian akan menghiasi kilauan terakhir Blue Stone. Aku takkan lari dan
burung putih akan terbang melewati langit malam di atas sinar memanjang.
White Lupin
“White Lupin ya?
Aku sama sekali tak tahu maksud surat ini. Kelihatannya ia sengaja menaruh
surat ini untuk membingungkan polisi.” Ujar Ryu.
“WHITE LUPIN HARUS
SEGERA DITANGKAP!!!” seru seorang pria berkumis kotak.
“Apa yang anda
katakan Inspektur Aron?” tanya Ryu.
“Tak apa. Tapi, ini adalah tugasku untuk
menangkap pencuri itu. Karena hanya akulah yang bisa Hahahahahaha…” seru Aron
dengan bangganya.
“Inspektur yang
terlalu percaya diri.” Bisik Valen pada John.
“Apa-apaan itu.”
Timpal Naima sambil menatap Inspektur Aron seakan berkata ‘Bodoh’.
“Kenapa kalian
melihatku seperti itu?” tanya Aron.
“Ng.. Omong-omong
Paman Ryu, bagaimana kesimpulannya?” tanya John.
“Hmm… Itu……,-“ belul selesai Ryu melanjutkan,
Aron menyela.
“Itu berarti, kita
tunggu sampai tak ada bulan yang berarti akhir bulan ini!” serunya dengan
bangga lagi.
“Apa maksud anda?
Mungkinkah selama itu? Ini baru saja awal bulan.” Bantah Ryu.
“Iya. Lalu
bagaimana anda menjelaskan tentang ‘sinar memanjang’ dan ‘burung putih’ ?”
tanya Rinka.
“I..Itu…” jawab
Aron tergagap.
“Tapi yang jelas
itu akhir bulan ini, titik!!” lanjutnya lagi tak mau kalah.
“Inspektur payah.”
Komentar Naima.
“Apa katamu,
bocah?!!” bentak Aron.
“Kelihatannya kami
tak bisa mempercayai kesimpulan anda barusan. Karena itu sangat mustahil. “
sela Ryu.
“Ya, perkataan
Paman Ryu benar.” sambung John.
“Kalian ini masih
bocah. Kalian tahu apa tentang penyelidikan dan kriminal?” tanya Aron
meremehkan.
“Kau jangan
remehkan mereka, Aron. Mereka anak-anak kepercayaanku. Selain itu, mereka
mengerti banyak tentang kasus.” Jelas Ryu.
“Daripada itu, sebaiknya kita segera mencari
tahu apa maksud surat ini. Benar kan Paman Ryu?” usul John.
‘Lagi-lagi dia
mengabaikanku..’ gerutu Aron yang terlihat kesal dengan tingkah John.
Kepolisian Kota Green.
“Bagaimana ini,
Ron?” tanya Ryu pada bawahannya.
“Kami masih belum
bisa memastikannya.” Jawab Ron.
“Baiklah, kita
harus segera mencari tahu maksud surat itu. White Lupin sangat licik. Dia
bahkan sangat pintar.” Ujar Ryu.
Sore hari di Green Park.
“Hei, bagaimana
menurutmu tentang surat itu?” tanya Valen.
“Hah….. Aku masih
belum tahu.” Jawab John.
“Hei, Rin. Kau kan
paling jago soal memecahkan kode. Jadi apa maksud surat itu?” tanya Naima.
“Apa ya? Entahlah…
Aku belum bisa menangkap sesuatu.” Jawab Rinka sambil memainkan bunga mawar di
depannya.
“Omong-omong apa
maksudnya ‘sinar memanjang’, ‘burung putih’ , dan ‘sirnanya bulan’ ?” tanya
Naima.
“Entah..Tapi, mana
ada burung putih yang terbang pada malam hari? Sinar memanjang di malam hari
juga apa ? Kalau lampu yang berkelip-kelip memanjang masih ada.” Kata Valen.
‘Eh? Lampu
memanjang?’ batin John.
“Tapi mungkin di
dalam surat itu tersirat tempat dan waktunya, tapi kita tidak menyadarinya.”
Ujar Naima.
“Tapi, kalau kita
menurut perkataan inspektur aneh itu, apa kita harus menunggu sampai akhir
bulan ini? Kurasa mustahil. Mungkin ketika akhir bulan ini, Blue Stone sudah
dijual di pelelangan.” Tambah Valen.
“Jadi apa
maksudnya bersama sirnanya bulan? Apa ketika bulan tidak terlihat karena
tertutup awan. Bukankah bulan sering terlihat menghilang ketika tertutup awan?”
tanya Naima.
“ITU DIA!!” seru
John dan Rinka bersamaan.
“Ah? Ada apa?”
tanya Valen.
“Kalian berdua
jenius. Itulah maksud surat itu.” Ujar Rinka.
“Maksudnya?” tanya
Naima.
“Hanya tinggal
satu yang belum terpecahkan. Apa maksud dari ‘kotak berlian’ dan ‘sinar
memanjang’…” ujar John.
“Hei, mungkinkah itu
toko perhiasan? Toko itu kan berada di dekat Green Tower yang mempunyai lampu
memanjang dari atas ke bawah?” tanya Naima.
“Itu… Yeah… Kurasa
Naima benar. Jadi malam ini, ya?” tanya Rinka.
“Malam ketika sang
bulan ditelan gelap malam.” Sambung John.
“Sinar memanjang
yang menggantikan sinar Blue Stone.” Sambung Valen.
“Tapi, apa maksud
‘burung puitih’ ?” tanya Naima lagi.
“Kurasa aku tahu
apa maksudnya. Rin, apa perkiraanmu juga sama denganku?” tanya John.
“Mungkin. Kurasa
burung putih adalah White Lupin itu sendiri yang akan terbang di atas Green
Tower.” Jawab Rinka.
“Tepat sekali!
Sekarang, kita beritahu Inspektur Ryu. Tapi jangan beritahu inspektur aneh itu
oke?” usul Valen.
Malam harinya…..
“Hmm…… Angin
bertiup dengan lembut, membuatku tidak tahan mengelabuhi para polisi itu. Aku
yakin mereka mengira ini akhir bulan ini. Fufufu….. Baiklah, waktunya beraksi.”
WUSSSSHHHHH
~TO BE CONTINUE~
>ZULAIKHAH<
kok sepi T___T...... datanglah~
BalasHapus