Spin

Minggu, 04 Maret 2012

Story >continue


TEEN DETECTIVES
“White Lupin and The Light of Blue Stone”

Continue….
DATA 2 : Meaningfull Letter

John, Rinka, Valen dan Naima membantu penyelidikan hilangnya ‘Blue Stone’ yang konon dapat memancarkan sinar biru ketika malam, terutama di bawah sinar bulan purnama.
“John, bisa aku lihat surat itu?” tanya Ryu.
Cahaya biru Blue Stone akan sirna bersamaan dengan menghilangnya bulan yang ditelan oleh gelap malam. Tapi, cahaya itu akan tergantikan dengan sinar memanjang yang selalu hadir di tengah keramaian orang. Kotak berlian akan menghiasi kilauan terakhir Blue Stone. Aku takkan lari dan burung putih akan terbang melewati langit malam di atas sinar memanjang.
White Lupin
“White Lupin ya? Aku sama sekali tak tahu maksud surat ini. Kelihatannya ia sengaja menaruh surat ini untuk membingungkan polisi.” Ujar Ryu.
“WHITE LUPIN HARUS SEGERA DITANGKAP!!!” seru seorang pria berkumis kotak.
“Apa yang anda katakan Inspektur Aron?” tanya Ryu.
 “Tak apa. Tapi, ini adalah tugasku untuk menangkap pencuri itu. Karena hanya akulah yang bisa Hahahahahaha…” seru Aron dengan bangganya.
“Inspektur yang terlalu percaya diri.” Bisik Valen pada John.
“Apa-apaan itu.” Timpal Naima sambil menatap Inspektur Aron seakan berkata ‘Bodoh’.
“Kenapa kalian melihatku seperti itu?” tanya Aron.
“Ng.. Omong-omong Paman Ryu, bagaimana kesimpulannya?” tanya John.
 “Hmm… Itu……,-“ belul selesai Ryu melanjutkan, Aron menyela.
“Itu berarti, kita tunggu sampai tak ada bulan yang berarti akhir bulan ini!” serunya dengan bangga lagi.
“Apa maksud anda? Mungkinkah selama itu? Ini baru saja awal bulan.” Bantah Ryu.
“Iya. Lalu bagaimana anda menjelaskan tentang ‘sinar memanjang’ dan ‘burung putih’ ?” tanya Rinka.
“I..Itu…” jawab Aron tergagap.
“Tapi yang jelas itu akhir bulan ini, titik!!” lanjutnya lagi tak mau kalah.
“Inspektur payah.” Komentar Naima.
“Apa katamu, bocah?!!” bentak Aron.
“Kelihatannya kami tak bisa mempercayai kesimpulan anda barusan. Karena itu sangat mustahil. “ sela Ryu.
“Ya, perkataan Paman Ryu benar.” sambung John.
“Kalian ini masih bocah. Kalian tahu apa tentang penyelidikan dan kriminal?” tanya Aron meremehkan.
“Kau jangan remehkan mereka, Aron. Mereka anak-anak kepercayaanku. Selain itu, mereka mengerti banyak tentang kasus.” Jelas Ryu.
 “Daripada itu, sebaiknya kita segera mencari tahu apa maksud surat ini. Benar kan Paman Ryu?” usul John.
‘Lagi-lagi dia mengabaikanku..’ gerutu Aron yang terlihat kesal dengan tingkah John.

Kepolisian Kota Green.
“Bagaimana ini, Ron?” tanya Ryu pada bawahannya.
“Kami masih belum bisa memastikannya.” Jawab Ron.
“Baiklah, kita harus segera mencari tahu maksud surat itu. White Lupin sangat licik. Dia bahkan sangat pintar.” Ujar Ryu.

Sore hari di Green Park.
“Hei, bagaimana menurutmu tentang surat itu?” tanya Valen.
“Hah….. Aku masih belum tahu.” Jawab John.
“Hei, Rin. Kau kan paling jago soal memecahkan kode. Jadi apa maksud surat itu?” tanya Naima.
“Apa ya? Entahlah… Aku belum bisa menangkap sesuatu.” Jawab Rinka sambil memainkan bunga mawar di depannya.
“Omong-omong apa maksudnya ‘sinar memanjang’, ‘burung putih’ , dan ‘sirnanya bulan’ ?” tanya Naima.
“Entah..Tapi, mana ada burung putih yang terbang pada malam hari? Sinar memanjang di malam hari juga apa ? Kalau lampu yang berkelip-kelip memanjang masih ada.” Kata Valen.
‘Eh? Lampu memanjang?’ batin John.
“Tapi mungkin di dalam surat itu tersirat tempat dan waktunya, tapi kita tidak menyadarinya.” Ujar Naima.
“Tapi, kalau kita menurut perkataan inspektur aneh itu, apa kita harus menunggu sampai akhir bulan ini? Kurasa mustahil. Mungkin ketika akhir bulan ini, Blue Stone sudah dijual di pelelangan.” Tambah Valen.
“Jadi apa maksudnya bersama sirnanya bulan? Apa ketika bulan tidak terlihat karena tertutup awan. Bukankah bulan sering terlihat menghilang ketika tertutup awan?” tanya Naima.
“ITU DIA!!” seru John dan Rinka bersamaan.
“Ah? Ada apa?” tanya Valen.
“Kalian berdua jenius. Itulah maksud surat itu.” Ujar Rinka.
“Maksudnya?” tanya Naima.
“Hanya tinggal satu yang belum terpecahkan. Apa maksud dari ‘kotak berlian’ dan ‘sinar memanjang’…” ujar John.
“Hei, mungkinkah itu toko perhiasan? Toko itu kan berada di dekat Green Tower yang mempunyai lampu memanjang dari atas ke bawah?” tanya Naima.
“Itu… Yeah… Kurasa Naima benar. Jadi malam ini, ya?” tanya Rinka.
“Malam ketika sang bulan ditelan gelap malam.” Sambung John.
“Sinar memanjang yang menggantikan sinar Blue Stone.” Sambung Valen.
“Tapi, apa maksud ‘burung puitih’ ?” tanya Naima lagi.
“Kurasa aku tahu apa maksudnya. Rin, apa perkiraanmu juga sama denganku?” tanya John.
“Mungkin. Kurasa burung putih adalah White Lupin itu sendiri yang akan terbang di atas Green Tower.” Jawab Rinka.
“Tepat sekali! Sekarang, kita beritahu Inspektur Ryu. Tapi jangan beritahu inspektur aneh itu oke?” usul Valen.

Malam harinya…..
“Hmm…… Angin bertiup dengan lembut, membuatku tidak tahan mengelabuhi para polisi itu. Aku yakin mereka mengira ini akhir bulan ini. Fufufu….. Baiklah, waktunya beraksi.”
WUSSSSHHHHH



~TO BE CONTINUE~

>ZULAIKHAH<

1 komentar: