Spin

Sabtu, 07 April 2012

Story > Continue


Fuhhh...... Akhirnya UPDATE lagi.... Maaf yang ini agak geje. Kenapa? Karena ini saya potong hahahaha..#plak# Alasan saya potong karena kepanjangan T_Tv. Baiklah, sebelum baca saya kasih gambar entah mimpi apa saya jadi gambar ini. ENJOY and Comment ^^ Yosh!


siapa ini? udah ada tulisannya jadi dibaca aja. ^^.


TEEN DETECTIVES
“ A Challenge Letter For John and Valen ”
Continue
DATA 5 : Tipuan Ruang Tertutup
“Ya. Kalian aneh. Pertama, kalian tak pernah tertarik dengan acara seperti ini kecuali memang ada yang menarik. Kedua, kalian sangat tenang sekali ketika Naima diculik di gua. Keemp`t raut wajah kalian mengatakan kalau kalian menyembunyikan sesuatu dariku dan Naima.” Jawab Rinka detail. Valen menarik lengan Rinka dan membawanya agak menjauh dari banyak orang bersama John.

“Kenapa?” Tanya Rinka.
“Maafkan kami.” Jawab Valen.
“Apa maksudmu?” Rinka bingung. Seperti yang ia duga, Valen dan John menyembunyikan sesuatu.
“Dua hari sebelum kemah ini, kami mendapatkan surat.” Kata John mulai menjelaskan.
“Ya. Di sana tertulis pelaku itu akan menculik ‘sang putri’ dan ‘malaikat’ ketika acara ini.” Sambung Valen. Rinka terkejut.

“Jadi, itu semacam surat tantangan yang ditujukan pada kalian dan kalian menerimanya?” Tanya Rinka. Valen dan John hanya mengangguk.

“Apa kalian tahu kalau itu berbahaya? Kenapa kalian tak melaporkan ke polisi sebelumnya? Kalian membahayakan keselamatan teman-teman kalian hanya karena surat itu? Dan satu lagi, kalian membiarkan sahabat baik kalian diculik?!!” Rinka marah, setetes air mata jatuh dari matanya.

“Tapi, kalau saja kami menolak maka penculik itu akan membawa bahaya yang lebih besar. Kali ini percayalah pada kami. Kami akan menemukan Naima.” Jawab John meyakinkan.

“Tapi…”
“Kembalilah ke penginapan, Rin. Sebaiknya..” sela Valen. Kali ini Rinka lebih memilih ke penginapan meskipun ia tak ingin. Tapi ia lebih ingin mempercayai kedua sahabatnya.

.

DRRT DRRT

“John, handphone mu.” Kata Valen. John segera merogoh sakunya. Benar saja ada panggilan masuk.
“Halo?”
“John?”
“Iya. Siapa ini?”
“Ahh, ‘tuan putri’ ada padaku sekarang. Kalian gagal melindunginya dan aku menang dalam permainan pertamaku.”
“Kau..”
“Iya. Tepat pukul 11 aku akan menculik ‘sang malaikat’. Aku ingin tahu apa kau berhasil melindunginya atau gagal lagi?”
“Bagaimana Naima sekarang?”
“Tenang saja. Dia baik-baik saja untuk sementara. Tapi aku tak menjamin untuk ke depannya.”
“Hei..!!!!”
TUTT TUTT…

“Siapa?” Tanya Valen.
“Penculik itu. Aku akan melaporkan ini ke Inspektur Ryu. Ini penting” John langsung melesat menuju Inspektur Ryu dan memberitahu detailnya.

“Baiklah sebaiknya kita segera ke penginapan untuk melindungi mereka semua.”


Di Penginapan.

Rinka masuk ke dalam kamar yang telah disiapkan. Di sana ada tas Naima. Rinka mendekati tas Naima dan menemukan secarik kertas. Ia membukanya perlahan-lahan.

Datanglah ke taman di belakang penginapan.

“Ha?” Karena Rinka adalah tipe anak yang penasaran, ia pun pergi menuju taman di belakang penginapan.

“Di sini ya?”

“Kau sudah datang rupanya.” Ujar sebuah suara. Rinka melihat kanan, kiri, depan dan belakang. Tak ada siapapun. Tak mungkin ada hantu di siang bolong seperti ini apalagi sampai mengundangnya ke taman. Aneh bukan?

“Siapa kau?” seru Rinka.

“Diculiknya Naima juga karena kelengahanmu. Hanya karena kelalawar saja kau lengah dan kehilangan sahabatmu. Bodoh!!”

“Apa maksudmu?!!” Tanya Rinka dengan nada marah.
“Jika kau ingin menyelamatkan sahabatmu itu, datanglah ke gedung di dekat halte bis pukul 3 sore. Jangan beritahu siapapun atau teman kesayanganmu akan dalam bahaya.”

Rinka mengepalkan tangan. Marah. Itulah yang ia rasakan. Tapi di sisi lain, ia bertekad untuk datang karena ia ingin menyelamatkan Naima dan sekaligus mengetahui siapa orang di balik semua ini. Tapi, ia juga tak bisa lengah begitu saja dan datang pada waktu yang dikatakan suara tadi. Rinka pun kembali menuju penginapan.

“Heh… Rencana kedua berhasil. Dengan begini semua beres.”

Penginapan

“Anak-anak, semua berkumpul di ruangan utama sebelum pukul 11. Semua harus ada di sana.” Seru suara guru mereka, Pak Hito.
“Ahh…. Sudah dimulai ya?” Tanya Valen.
“Ya, untuk menjaga semua orang aman dan tak ada yang diculik, jadi harus dikumpulkan.” Jawab John.
“Tapi, aku masih ragu kalau pelakunya ‘dia’…” kata Valen sambil melipat kedua tangannya.
“Ya, selama masih belum mendapatkan bukti, kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk menjeratnya.” Kata John.

Sesuai dengan perintah Pak Hito, semua murid berkumpul di ruang utama sebelum pukul 11.00. Untuk mencegah diculiknya salah satu dari mereka sekaligus melindungi mereka, ruangan utama dibuat benar-benar seperti ruangan tertutup. Empat pintu semua dikunci dan dijaga dua polisi tiap pintu. Penjagaan ketat.

“Lima menit lagi, ya?” Tanya Valen sambil melihat jam tangannya.
“Aku tidak yakin pelaku itu bisa masuk. Kelihatannya ruangan ini benar-benar tertutup. Bahkan seeokor tikus pun mungkin takkan bisa masuk.” Ujar John.
“Kalian semua tenang saja!! Kalian akan selamat di dalam ruangan ini!!” seru Inspektur Ryu di depan bersama Opsir Ron. Sedangkan Pak Hito ada di luar bersama May.
“Bagaimana ini Rinkaa?? Aku takut….” Kata Dion memegangi lengan Rinka dengan erat.
“Tenang saja, Dion. Kau takkan diculik. Lagipula siapa yang mau menculikmu? Kurang berharga untuk diculik kau ini.” Ejek Rio.
“Apa maksudmu?!!” seru Dion.

“Apa yang kau khawatirkan?” Tanya John pada Rinka yang melamun.
“Apa? Hanya saja Naima….” Jawab Rinka.
“Dia akan baik-baik saja.” Kata John.
“Ya, yang dikatakan John benar. Lagipula aku yakin Naima pasti akan selamat.” Sambung Dion. Rio dan Valen mengangguk. Rinka tersenyum.
“Tiga menit lagi….” Ujar Valen.
“Tak bisakan kau berhenti menghitung waktu dan membuatku gemetar?” Tanya Dion.
“Hehehe… Maaf.” Valen nyengir.

1 menit……
.
.
5 detik
4 detik
3 detik
2 detik
1 detik
0

BZZZZZZT DUPP

Tiba-tiba saja lampu padam begitu saja. Sebagian anak perempuan berteriak. Valen mencoba melihat sekitar. John mencoba mengamati jika ada gerakan. Dion berpegang erat pada Rinka.

CKLEK
Lampu pun menyala. Semua bernafas lega karena mereka selamat.
“Ahhh…. Syukurlah selamat.” Ujar Dion.
“Apa ada yang hilang?” Tanya Inspektur Ryu. Mereka semua menggeleng. Pak Hito pun mengabsen semua murid. Benar, semua lengkap.
“Fuuhhhhhh…….. Penculik itu gagal menculik salah satu dari kita. Dia kalah!!” seru Valen.
“Rinka, syukurlah~” ujar Dion lagi.
“Ya…” jawab Rinka tersenyum. Beruntung sungguh beruntung tak ada yang hilang. Ya, itulah yang ada di pikiran mereka semua. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Hmm…. Jadi, penculik itu menipu kita dengan mengatakan akan menculik salah satu dari kalian, begitu?” Tanya Inspektur Ryu.
“Ya, mungkin begitu Inspektur.” Jawab Valen.
“Ohh, John. Bisakah aku melihat nomor pelaku yang menelponmu itu? Mungkin saja kami bisa melacaknya.” Kata Inspektur.
“Tidak bisa. Karena ia menyembunyikan nomornya.” Jawab John.
“Heh, kenapa penjahat selalu suka yang sembunyi-sembunyi? Dasar.” Gerutu Inspektur Ryu.
“Kalau ada penjahat yang minta izin dahulu baru beraksi malah lebih aneh kan, Inspektur?” sambung Opsir Ron. Semua kecuali Opsir Ron langsung menyipitkan mata. Bagaimana mungkin ada penjahat seperti itu?
“Sudahlah. Kelihatannya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja kita akan mencari Naima lagi.” Kata Inspektur.
“Baiklah, istirahatlah dengan tenang kalian semua. Serahkan ini pada polisi.” Sambungnya lagi lalu pergi meninggalkan ruang utama.

Pukul 15.00

CKLEK
.
.
“Wah, seperti yang kukatakan, kau datang angel.” Sapa seseorang dari belakang.

~To Be Continue~
                                           
 --ZULAIKHAH—


Kamis, 05 April 2012

Bla bla bla Part II

Wah wah ketemu lagi ^^ kangen? hah?? bosen ketemu saya??? waah... jangan dong~ Sekarang saya mau menampilkan model eh bukan maksud saya anime favorit saya. Kali ini bukan game lagi. Sekarang, mari kita investigasi salah satu karakter tokoh anime ini...... MONGGO~

Inilah tokoh yang hmm..... bagaimana ya? Kayaknya lebih bisa disebut sebagai seorang devil

HIRUMA YOICHI

Yap, dialah captain dari tim American Football Deimon Devil Bats. Mengajak bergabung orang dengan cara ancaman yang menakutkan dengan menodongkan berbagai macam senjata api terutama pada Sena yang selalu kena ancaman. Ancaman yang paling jadi andalannya adalah sebuah buku catatan kecil yang selalu dibawanya dan disebut 'buku ancaman' padahal isinya kosong. Sedangkan info lengkap yang digunakan untuk mengancam tersimpan rapi di dalam kepala Hiruma. Dia juga punya hewan peliharaan. Namanya dan tingkahnya nggak kalah aneh dengan majikannya #dibom Hiruma# namanya Butaburos yang seeokor babi dan Cerberos seeokor anjing yang super galak bahkan tidak jarang juga si Cerberos ikutan mengancam para anggota Deimon Devil Bats. Di deimon dia sebagai seorang Quarter back gampangannya yang bagian melempar di permainan America Football. Dikenal sebagai ahli strategi di Kejuaraan Kanto. Ckckckckckck...... Terkesan? Saya malah serem. hehehe... Lihat tuh giginya aja kayak ikan hiu. sereeemmmm~

Ya, daripada kalau saya kebanyakan komentar nanti dibazooka sama Hiruma terus terlempar sampai planet Mars terus ditendang alien menuju ke samudera pasifik dan disundul sama lumba-lumba kembali lagi ke kamar saya tercinta #lebay

Sampai jumpa ^^/ Jaa ne~ Matta ashita~

Story > Continue

Yaa haa~ Akhirnya setelah memeras otak sampai hapus-tulis-hapus-tulis bisa juga menlanjutkan cerita yang satu ini. Fiuhh........ Ternyata Inspirasi-sama datang pada saya. hehehe. Yap, tanpa basa-basi lagi saya posting ini. ENJOY IT, GUYS ^^. Kritik dan saran diterima di sini dan mohon comment di bawah. ^o^


TEEN DETECTIVES
“ A Challenge Letter For John and Valen ”
Continue
DATA 4 : In the middle of door

“Khukhukhu…….” Kata orang misterius itu lagi. Untuk kedua kalinya mereka mendengar tawa seperti itu.
“Siapa kau?” Tanya Valen mengambil tempat di depan Rinka bersama John.
“Hmm….. Kalian tak perlu tahu. Yang kalian perlu tahu adalah, sang putri akan menghilang jika kalian tidak segera pergi menyelamatkannya.” Ujar orang misterius itu lagi.
“Ahh… Tapi tunggu, bagaimana kalian bisa selamatkan tuan putri kalau kalian akan mati di tanganku?” sambungnya.
“Apa maumu, orang aneh?!!” seru Valen.
Just do thing that ordered to me.” Jawab orang itu.
“Jadi, ada yang menyuruhmu ya? Pekerjaan macam apa itu?” Tanya John.
“Pekerjaan yang dibayar!” dengan cepat orang itu berjalan mendekati mereka bertiga. Mereka bertiga pun berbalik dan berlari menuju salah satu dari 3 jalan itu. Mereka masuk ke kanan.
“Kenapa kita ke kanan, John?!!” seru Rinka.
“Diamlah! Aku punya rencana.” Jawab John sambil meneruskan larinya.
“Mau kemana kalian, bocah?”
“Ohh, bagus! Di sini buntu sekarang!!” ujar Valen.
“Sudah kuduga.” Sahut John.
“Oi, apa maksudmu?” Tanya Rinka. Dengan cepat John menarik lengan kedua temannya dan member isyarat untuk sembunyi di balik batu.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” bisik Valen.
“Kalian membawa barang yang berukuran sedang? Atau kecil pun tak masalah.” Tanya John.
“Aku ada senter!” jawab Valen.
“Aku hanya ada pulpen.” Jawab Rinka.
“Bagus!”
“Tapi untuk apa?” Tanya Valen lirih.
“Diam dan lakukan saja apa yang kukatakan.” Sela John. Rinka dan Valen saling berpandangan.
“Kemana kalian bocah kecil? Apa kalian ingin mengajakku bermain petak umpet?”
“Sebenarnya tidak.” Mereka bertiga tiba –tiba keluar dari persembunyian.
“Apa maksdumu, Nak?”
“Tak ada.” John member isyarat pada Rinka dan Valen untuk melemparkan senter dan pulpen itu. John pun melempar senternya.

PLUK PLUK PLUK

“Hahahahahaha!!! Apa kau bercanda? Untuk apa kau melempar barang-barang tak berguna ini? Mengulur waktu?”
Tak lama kemudian, gerombolan kelelawar datang ke arah datangnya suara barang yang terjatuh itu dan membuat orang misterius itu pun kerepotan.
“Gyah!! Bocah kurang ajar!! Sial, kenapa aku bisa lupa dengan apa yang kulakukan?! Awas kalian!!!” di saat orang itu kerepotan dan merutuki kebodohannya, mereka bertiga berlari menerobos gerombolan kelalawar itu dan menuju ke jalan yang benar.
“Bagus, sekarang jalan mana yang benar?” Tanya Valen.
“Tengah, Val!” seru Rinka sambil menarik lengan Valen yang hampir menuju ke jalan kiri.
“Woo..oooohh..!!” Valen berlari miring karena ditarik Rinka.
“Kita aman sekarang?” Tanya Valen sambil terus berlari.
“Kurasa tidak.” Jawab John. Benar saja, orang misterius itu masih saja mengejar. Kali ini ia menodongkan sebuah pistol pada mereka.
“Mau lari kemanakah kalian… Hahahahaha!” serunya.
“Gyaaaaa!!! Dia datang lagi….!” Seru Valen.
“Bahaya…” mereka bertiga mempercepat lari mereka. Tak jauh dari sana, mereka melihat cahaya. Jalan keluar.
“Akhirnyaaa…..” seru Rinka.
“Cepat, lari!!!” seru John.
“Khekhekhe!! Kemana kalian? Takkan kubiarkan lolos!!” seru orang itu. Ia menembakkan beberapa peluru.

DOR!! DORR!! DORR!!

“Hahh! Apa –apaan itu?!” seru Valen.
“Cih! Untung saja semua meleset! Kalau terkena bisa gawat” ujar John.
“Cepat lari, atau ia akan semakin dekat!!” kata Rinka mengingatkan.
“Tanpa kau bilang pun aku sudah tahu!! Hilangnya Naima saja  sudah kerepotan apalagi harus ditambahi dengan maniak yang satu ini?!!!!” gerutu Valen dengan kerasnya.
Akhirnya mereka berhasil keluar dan di luar gua, semuanya telah menunggu.

BRUKKK!!! SRAAKKKK!!!!!

Mereka bertiga jatuh tersungkur di tanah karena berlari terlalu cepat dan terpeleset.
“Hei, kalian tak apa?” Tanya Dion.
“Syukurlah kalian bisa keluar, Nak.” Ujar penjaga hutan.
“Hahh… hahh….” Suara desah nafas mereka bertiga tak karuan.
“Heh….. gagal mendapatkan malaikat, ya? Mungkin sebentar lagi akan kudapatkan.”
Di saat mereka bersyukur karena Rinka, Valen da John selamat, Dion menyadari sesuatu.
“Hei, mana Naima? Kemana dia?” Tanya Dion.
“He..Hei… Apa yang terjadi di sini?” Tanya Rio.
“Kami akan ceritakan detailnya.” Jawab John.
“APA KATAMUU?!! Naima Danna anak dari pemilik salah satu perusahaan terbesar ‘Danna Corporation’ diculik?!!!!!” seru salah satu guru laki-laki bernama Hito.
“Iya iya, Pak Hito. Tapi tak perlu berteriak sekencang itu kan??” komentar Dion menutup telinganya.
“Tapi, dia anak yang baik. Apa urusannya dengan orang-orang jahat? Aneh.” Sambung Pak Hito lagi.
“Daripada itu sebaiknya kalian istirahat. Hari mulai gelap. Kita lanjutkan pencarian besok.” Usul penjaga hutan.
“Baiklah Pak Herry.” Jawab mereka kecuali kedua guru, May dan Pak Hito.

Keesokan harinya
“Anak-anak, karena keadaan di sini tidak memungkinkan karena Naima diculik, dan untuk kembali ke Kota Green juga sulit karena cuaca yang tak baik maka kalian pindah ke penginapan yang sudah kami sewa di dekat sini.” Jelas May.
“Tapi, err..Kak May…” Tanya Dion.
“Tenang saja. Semua akan baik-baik saja.” Jawab May.
“Bagaimana dengan Naima?” Tanya Rio.
“Polisi, Pak Hito, Pak Herry dan polisi sedang mencarinya. Kalian tenang saja. Segera pindahkan barang kalian ke penginapan.” Jawab May.
Akhirnya mereka semua berpindah ke penginapan. Acara yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi tak seperti yang mereka inginkan. Begitu juga dengan Rinka. Ia tak menyangka Naima diculik begitu saja padahal ia ada di sana. Ia merasa dirinya benar-benar bodoh karena tak memperhatikan sahabatnya sendiri.
“Semua akan baik-baik saja kok, Rinka” kata Dion menenangkan. Rinka tersenyum.
“Jadi, John?” Tanya Valen. John hanya menaikkan sebelah alisnya.
“Ahh, tidak jadi.” Sahut Valen karena tersadar di sana ada Rio. Tak mungkin jika ia mengatakan hal tentang surat itu di depan Rio.
“Kemah ini jadi tak menyenangkan.” Komentar Rio.
“Rio, kami pergi dulu.” Pamit Valen dan John kembali ke lokasi camping.
“Lho? Kemana?” Tanya Rio.
“Kami akan mencari Naima!” mereka pun berlari kembali menuju lokasi camping.
 “Lho? Rio, mana John dan Valen?” Tanya Dion.
 “Mereka bilang akan mencari Naima.” Jawab Rio. Tiba – tiba saja Rinka menghentikan langkahnya.
 “Kenapa, Rin?” Tanya Dion.
 “Mm…. Dion, apa aku boleh menitipkan tasku?” Tanya Rinka.
 “Iya. Kamu mau kemana?” Tanya Dion lagi. Tapi Rinka langsung melesat pergi.
 “Eehh??”

 ‘Naima….’ Rinka terus berlari menuju polisi yang sedang mencari Naima.

“Hoi, Rin..!!” sapa Valen. Rinka menoleh.
 “Kenapa kau ada di sini? Berbahaya.” Sambung John.
 “Aku ingin mencari Naima.” Jawab Rinka yakin.
 “Tapi, sebaiknya kau ke penginapan. Taka pa biar kami bersama Inspektur Ryu yang cari.” Kata Valen.
 “Kalau Naima berada di posisiku sekarang, pasti dia akan mencariku juga kan. Jadi aku akan mencarinya juga.” jawab Rinka yakin.
 “Hei, aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu dariku.” Kata Rinka lagi.
“Apa?” Tanya Valen. Valen dan John saling berpandangan.


~To Be Continue~

 --ZULAIKHAH—

Selasa, 03 April 2012

Bla bla bla

Kayaknya lanjutan 'TEEN DETECTIVES' nya gak bisa sekarang deh... Tau kenapa? #nggak tanya# iya dehh gak ada yang nanya *pundung di pojokan* ahh!! Daripada itu, gimana kalau kita lanjut sama Game Pokemon aja? Okeh? Baiklah sekarang dari pokemon apa ya? Ahh iya! Emerald lagi ya? hehehe ... Tak apa kan? ini kan punya saya jadi terserah saya dong kekekekeke.....


Kali ini jatuh pada...JENG JENG JENG JENG!!!

salah satu pokemon favorit saya ^^ CASTFORM .

Ada yang tau tentang pokemon yang lucu ini?? Kalau belum kenal, kenalan dulu dong... Baiklah kita mulai investigasi pokemon yang satu ini.

Type : Water
Kemampuan :
>> POWDER SNOW
>> SUNNY DAY
>> RAIN DANCE
>> HAIL

Nah, pokemon ini setiap mengeluarkan jurus selalu berubah sesuai kondisi jurusnya. Misalnya, kalau dia mengeluarkan sunny day akan berubah jadi yang warna oranye di atas. kecuali kalau dia pakai powder snow. Semua jurusnya gak ada yang ngurangi life point lawan mungkin cuma menurunkan kecepatan, defence atau akurasi lawan aja. Dan satu satunya jurus yang mengurangi life point lawan cuma powder snow saja. Pokemon ini langka. Kenapa? karena sudah punah? Ohh tidak kok. Tapi karena... coba buka aja hoenn map saya jamin gak ada keberadaannya. pasti tertulis unknown. benar tidak? Tapi tenang aja, kalian bisa dapet dari profesor di laboratorium peneliti huja di Fortree City bener gak? #plak# yap, sebagai hadiah karena sudah nyelametin tuh laboratorium dari Team Magma (kalau di Pokemon Ruby) dan Team Aqua( kalau di pokemon Sapphire). Profesornya namanya siapa? Siapa ya? saya juga lupa. Mungkin namanya Zulaikhah Dwi Rahmawati hahahahaha.... saya terlalu narsis ya? hehehe.

Tapi, menurut saya nih cuma pendapat aja lhoo tapi bener kok.. #halah# Castform rasanya lebih cocok untuk kontes pokemon tipe beauty karena semua jurusnya kebanyakan tipe air. Tapi kalau misalnya untuk battle nggak kalah juga kok, malah lumayan kuat apalagi lawan tipe api.

Yak, sampai di sini dulu investigasi dari Castform. Lain kali saya investigasi yang lain okeh? See ya~

Jaa ne~ Matta ashita ^^


Minggu, 01 April 2012

Entah apa ini?

Bingung nih mau tulis apa... (_ _)" baiklah kalau gitu hiburan aja okeh?? hmm enaknya apa ya? Aha! Rasanya saya belum pernah nampilin kartun atau anime ya? Hmm... okelah kalau begitu. Apa ya? apa ya? #kelamaan dilempar sendal# baiklah, pilihannya jatuh padaa...... JENG JENG JENG JENG..!!! Yak, seputar Game Pokemon aja dehh... harap maklum saya paling sering main tuh game. Kenapa? karenaaa.... #kagak ada yang nanya# halah wess daripada saya curcol tak jelas asal usulnya lebih baik ini aja. Oke? Pertama enaknya siapa ya? Ahh pokemon favorit saya aja deh......

Ini dia.....!!!






Kenal dengan si naga mirip belut warna hijau ini? #pletakk. Hehehe oke oke... Namanya Rayquaza. Ada yang main game pokemon Emerald? tahu kan waktu Rayquaza misahin Groudon sama Kyogre yang bertarung di Sootopolis yang datangnya pakai jurus Extreme Speed? Yap! Ini nih jurus jurus milik Rayquaza.

>> OUTRAGE
>> EXTREME SPEED
>> ANCIENT POWER
>> TWISTER

 Sebenernya masih ada kira-kira enam lagi. Tapi kalau di game kan cuma boleh 4 aja kan? yak, ini yang paling menyebalkan apalagi kalau PP-nya habis... ya sudah. Nah, saya punya petunjuk untuk yang belum bisa nemuin Rayquaza di pokemon Emerald, Ruby atau Sapphire. Coba deh, kamu buka Hoenn Map terus kamu lihat Route 131 di dekat Pacifidlog Town kalau gak salah. Terus cari jalan ke arah utara nah di sanalah Rayquaza tidur. Atau tepatnya di Sky Pillar. Kalau ke sana, siapin tuh Mach Bike biar bisa lewat di atas retakan. Kalau udah ketemu, tinggal battle  terus kemparin deh tuh Master Ball. Finnaly, Rayquaza jadi milikmu ^^. Kalau udah ada Rayquaza, jaminan menang di Pokemon League lawan Elite Four bisa lebih. Apa lagi kalau punya Groudon plus Kyogre yang levelnya udah kepala 7. Menang deh tuh.... Selamat mencoba.

Yap, rasanya segitu aja deh. Posting selanjutnya saya lanjutin aja 'TEEN DETECTIVES' nya.

Jaa ne~ Matta ashita~ ^o^